Rabu, 04 November 2015

Kampung Tercinta


 Mengenal Lebih Dekat Kota Cepu

   
     Hai semua pada kali ini saya akan mengulas Kota Cepu yang mendapat julukan Kota Minyak Cepu spesial kota ini saya sangat gembira karna kota ini adalah kota kelahiran saya, walaupun saya di banyak menghabiskan waktu di kota lain untuk sekolah, tetapi ketika kembali di kota cepu ya banyak sekali perkembangan di kota minyak ini guys antara lain
yang bisa kalian lihat di bawah Tugu Kota Minyak Cepu.


Profil Kota Cepu

Luas Wilayah: 4.897,425 ha
Sawah: 2.052,2 ha
Pekarangan: 1.043,12 ha
Tegalan: 932,428 ha
Hutan: 477,607 ha
Lain-lain: 409,18 ha
Jumlah Penduduk: 77.880 Jiwa
Laki-Laki:38,527 Jiwa
Perempuan:39,353 Jiwa
Sex Ratio: 1: 1
Jumlah Desa: 11 Desa 6 Kelurahan
Jumlah RW: 84 RW
Jumlah RT: 409 RT
Jumlah Sekolah: 114 Sekolah
Taman Kanak-kanak: 36 buah
Sekolah Dasar: 42 buah
Madrasah Ibtidaiyyah: 5 buah
Sekolah Luar Biasa: 1 buah
Sekolah Menengah Pertama: 9 buah
Madrasah Tsanawiyah: 6 buah
Sekolah Menengah Umum: 7 buah
Sekolah Menengah Kejuruan: 3 buah
Madrasah Aliyah: 2 buah
Perguruan Tinggi: 4 buah

          Nama Cepu sebagai sebuah daerah sudah terdengar sejak zaman Panembahan Senopati (Raja Mataram I), tepatnya saat terjadinya perebutan puteri Madiun yang bernama Retno Dumilah. Ada juga kisah penamaan Cepu diambil dalam kisah Arya Penangsang, yaitu pada saat pertempuran antara Jipang Panolan dan Pajang di pinggiran bengawan Solo, alkisah ada seorang prajurit Panolan (ada kisah bukan prajurit biasa melainkan sang Arian Pengangsang sendiri) yang tertancap tombak di pahanya. Dalam bahasa Jawa, tancap adalah nancep, paha adalah pupu, maka lakuran dari dua kata tersebut menjadi Cepu.
       Pada zaman penjajahan, Cepu merupakan salah satu kota penting, karena kandungan minyak dan hutan jatinya. Di Cepu dapat dijumpai beberapa bangunan peninggalan Belanda yang masih awet hingga masa kini. Salah satu bangunan yang unik adalah, loji klunthung. Peninggalan lain yaitu Gedung Pertemuan SOS Sasono Suko dan Kuburan Belanda (Kuburan Londo) yang terletak di desa Wonorejo Kelurahan Cepu. Untuk mendukung transportasi masa itu, dibangun pula jalur kereta api yang menghubungkan Jawa Timur - Jawa tengah via Cepu. Di Ngloram, juga bisa ditemui bekas landasan pesawat terbang peninggalan Belanda.
        Daerah ini telah lama dikenal memiliki persediaan minyak bumi. Pada tahun 2005, Cepu mendapat perhatian nasional karena penemuan adanya deposit minyak yang melimpah di Blok Cepu. Kekayaan alam lainnya adalah kerajinan rakyat dari kayu jati dan wisata hutan jati dengan kereta api kuno. Di era Pergerakan Nasional, Cepu menjadi tempat pelarian eks. PKI Madiun yang kemudian berhasil ditumpas oleh Divisi Ronggolawe yang dipimpin oleh GPH Djatikoesoemo. Nama Ronggolawe dan Djatikoesoemo saat ini menjadi ikon kota Cepu. Nama Ronggolawe dipakai sebagai nama
Patung Kuda Cepu

  •     Lapangan terbesar di Cepu: Lapangan Ronggolawe
  •     Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR)
  •     Monumen Ronggolawe yang berupa Patung Kuda

Lapangan Ronggolawe Cepu

Jika kalian Ke Cepu jangan lupa Makan Makanan khas cepu salah satunya adalah ledre pisang raja, nasi pecel, Sembukan, bethithi, lonthong tahu, lontong kikil, dan kini makanan khas Cepu bertambah dengan hadirnya olahan baru, yaitu Eggroll Waluh. Eggroll Waluh, sesuai namanya terbuat dari bahan waluh atau labu kuning, yang diperkaya dengan rasa stroberi, durian, coklat dll. Dengan rasanya yang unik menjadikan Eggroll Waluh sebagai Primadona baru Oleh-oleh Cepu.


Lontong Tahu

Lonthong tahu (Cepu) sepintas mirip dengan tahu thek yang ada di Jawa Timur. Akan tetapi sesungguhnya ada banyak perbedaan didalamnya baik dari bumbunya maupun komposisinya. Bumbu lonthong tahu hanya mengandalkan kecap dan kacang disamping bumbu rempahnya. Disamping itu standardnya selain tahu sayuran yang disertakan adalah kobis. Lontong Tahu yang terkenal di Cepu adalah Lontong Tahu Pak Sabar di Jalan Pemuda.


Lonthong Kikil

Selain lonthong tahu, ada juga lonthong kikil yang merupakan salah satu makanan yang cukup dikenal di Cepu. Lonthong kikil hampir mirip dengan soto namun memiliki bumbu yang lebih kental dan rasa yang khas.Lonthong Kikil berisi kikil(kaki sapi), taoge, sawi dan bumbu-bumbu yang sangat kuat rasa rempah-rempahnya. Lonthong kikil "Hot" dapat dinikmati di Warung Pak Sis didekat pintu masuk Lapangan Golf di sekitaran Nglajo


Entung

Entung adalah sejenis ulat yang hidup di batang pohon jati, terutama saat pergantian musim. Penjualnya banyak yang berdiri di kiri kanan jalan raya yang membelah hutan jati antara Cepu - Blora. Rasanya gurih, dapat langsung dimakan ataupun digoreng atau dipanggang terlebih dahulu.


Kopi Kothok 

kalo ini kesukaan admin dan teman teman admin yaitu kopi kothok :)
Yang membedakan kopi kothok dengan kopi seduh biasa hanyalah pada proses pembuatannya. Kalau biasanya kopi dibuat dengan menuangkan air panas ke dalam gelas yang berisi gula dan bubuk kopi kemudian disajikan, tidak demikian dengan kothok. Kopi kothok dibuat dengan merebus gula, bubuk kopi dan air dalam satu panci bersamaan hingga mendidih. Di Cepu sendiri kopi kothok identik dengan warung tenda di pinggir jalan. Pusatnya berada di taman kota “Taman Sewu Lampu”. Jadi jangan heran jika anda berkeliling kota Cepu pada malam hari, anda akan menjumpai warung kopi kothok sepanjang jalan.

Oke sudah ya gan admin mengulas Kota Cepu Sekian dulu dari admin oh ya informasi ini dapat berubah dengan perkembangan kota Cepu #SalamBloggerCepu

Klik disini !





Tidak ada komentar:

Posting Komentar